Mengetahui Desanya Dibidik Kejaksaan Dalam Kasus Korupsi, Kades Sesele Beri Jawaban Mencengangkan

Ilustrasi
Lombok Barat GL_ Senin (12/8/2019) kemarin Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menahan SY, Kades Lingsar Lombok Barat dalam kasus dugaan korupsi dana CSR PDAM Giri Menang. Selanjutnya, Kajari Mataram, DR Ketut Sumadana, di hadapan sejumlah Wartawan merelease rencana membidik Desa Sesele Lombok Barat dalam kasus yang hampir sama.

Mendengar hal tersebut, Kades Sesele, H. Abu Bakar, memberikan jawaban klarifikasi kepada gemalombok.com, di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2019). Dikatakannya, kendati dirinya sempat terkejut dengan berita yang beredar di sejumlah media terkait rencana Jaksa membidik desanya dalam kasus dugaan korupsi, namun Kades yang baru menjabat sekitar 6 bulan ini mengaku pasrah.

Abu Bakar mengaku mengetahui dana sebesar Rp 350 juta yang dimaksudkan Jaksa tersebut. Menurutnya, dana itu merupakan dana kontrak tower telekomunikasi milik PT Soka Tama selama 10 tahun dengan perjanjian dua kali transfer.

“Transfer pertama Rp 50 juta sudah diterima Kades sebelum saya. Lewat rekening H. Multazam, ketua RT yang dikuasakan oleh pak Asmuni (Kades sebelumnya-red.),” ungkap Abu Bakar.

Namun demikian, pelaksanaan kontrak dengan pihak Perusahaan ditegaskannya, terjadi saat pemerintahan Kades sebelum dirinya. Terkait lokasi tower ditambahkannya, sempat menuai kontroversi bahkan aksi demo dari warga dengan sejumlah alasan. Akhirnya, disepakati lokasi tower berada di areal kantor desa.

Abu Bakar juga menjelaskan, awalnya Ia tidak mengetahui dana tersebut. Saat dirinya dilantik menjadi Kades yang baru Ia didatangi oleh H. Multazam dengan membawa uang sebesar Rp 240 juta. Setelah dijelaskan H. Multazam baru kemudian Ia tahu asal usul dana tersebut.

“Menyentuh uang itupun saya ndak pernah. H. Multazam kembalikan uang itu kedesa. Saya suruh masukkan ke kas Desa ke Kaur Keuangan tapi ditolak karena belum lengkap sesuai kontrak. Trus uang itu dititip di Sekdes tapi dikembalikan lagi. Lalu dititip di Lutfi staf Desa tapi takut, dikembalikan lagi. Akhirnya dititip di pak Herman, staf Desa juga,” dibeberkannya.

Semua yang dilakukan lanjut Abu Bakar, diputuskan bersama setelah dimusyawarahkan dengan staf desa termasuk Badan Permusyawaratan  Desa (BPD).

Abu Bakar juga mengakui jika dana tersebut sempat digunakan untuk membayar gaji 11 orang Kepala Dusun (Kadus) serta sejumlah Kader atas permintaan dari BPD. Namun dalam berita acara penerimaan dana tersebut merupakan dana pinjaman.

 “Semua itu sepengetahuan BPD. Waktu itu kan sempat 4 bulan mereka (Kadus dan Kader) belum dapat gaji. Tapi itu akadnya pinjam. Perjanjian akan diganti menggunakan gaji 13 belas,” pungkasnya.

Namun, saat ini dijelaskan Abu Bakar, hampir semua dana tersebut telah terkumpul selain dari dana Rp 50 juta yang telah diterima Kades sebelum dirinya.

“Kaur keuangan sudah menyimpan pengembalian dari gaji 13 itu. Setau saya, Rp 13 juta yang belum bisa diganti karena untuk hibah ke musholla dan masjid,” tutur Abu Bakar sembari menunjukkan sebuah amplop coklat berisi surat panggilan kedua kalinya dari Kejari Mataram.(GL01)

Belum ada Komentar untuk "Mengetahui Desanya Dibidik Kejaksaan Dalam Kasus Korupsi, Kades Sesele Beri Jawaban Mencengangkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel