Marah dan Kecewa Melihat Lombok Kotor, Pelukis Gondrong Ini “Perang” Sampah Melalui Lukisan

Lombok Barat GL_ Pulau Lombok terkenal dengan alamnya yang indah. Namun persoalan sampah di pulau berjuluk “pulau seribu masjid” ini sepertinya masih menjadi topik yang tak kunjung habis untuk dibahas. Padahal banyak pihak yang peduli dan menyoroti persoalan sampah di pulau ini. Salah satunya dari seorang seniman seni lukis (art painting) ini.

Dia adalah Bambang Prasetya, warga Ampenan kota Mataram. Seniman dengan ciri khas rambut gondrongnya ini telah puluhan tahun menyoroti persoalan sosial dan lingkungan. Keprihatinan dan kepedulian akan kebersihan lingkungan menjadi hal yang sangat menarik untuk diulas melalui kaca mata seniman oleh pemilik ‘Mentez art and galery Senggigi' ini.

Kini ia menjalankan misi “Perang” sampah melalui lukisan. Salah satunya melalui lukisan mural atau seni melukis di dinding dengan menyelipkan pesan-pesan tentang kebersihan lingkungan, selain membuat karya lukis melalui media kanvas yang banyak bertema lingkungan.

“Saya kecewa mas, saya marah. Banyak orang luar yang iri ingin memiliki pulau dan tempat tinggal seindah lombok ini. Tapi kenapa kita masyarakat Lombok sendiri tidak bisa menjaga keindahan itu dengan menjaga kebersihan,” sesalnya.

Ia menyesalkan sikap masyarakat yang hampir dimana-mana tempat kosong selalu dijadikan tempat membuang sampah. “Dimana-mana mas. Saya tiap hari lewat Ampenan-Senggigi juga masih banyak sampah” tuturnya.

Bambang juga mengaku prihatin dengan sungai-sungai di pulau Lombok yang sebagian besar penuh dengan sampah dan nyaris tidak ditemukan sungai yang bersih baik di kota maupun di desa-desa.

Seniman yang kerap berkecimpung dikegiatan sosial ini mengaku bingung dengan acuhnya kebanyakan masyarakat tentang kebersihan. Termasuk sikap masa bodoh masyarakat, keacuhan, serta kurangnya rasa memiliki.

“Dibilang SDM kurang ndak juga. Pinter-pinter orang Lombok mas,” katanya ditemui media ini sabtu (10/8/2019) malam di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat.

Selain itu, seniman yang dikenal tiada hari tanpa melukis ini juga menyoroti  masyarakat yang tidak menganggap serius masalah kebersihan.

“Rata-rata dikampung masyarakat hidup dengan sampah dianggap hal biasa, bukan hal yang menjijikan. Saya bingung mas di mana Desa Bersih di Lombok Ini,” celotehnya.

Seperti diketahui, pulau Lombok dihuni penduduk mayoritas beragam Islam. Bahkan dimana-mana banyak terdapat pesan yang sangat akrab bagi masyarakat Muslim, yakni “Kebersihan Sebagian dari Iman”.

“Mungkin kita belum sanggup menjadi panutan sebagai umat pilihan. Apa iya masyarakat kita miskin panutan?,” tanyanya lirih.

Pelukis yang kesehariannya berkecimpung di kawasan wisata Senggigi ini mengaku berkali-kali mendengar keluhan dari tamu yang berkunjung, terutama dari tamu masyarakat asing yang kerap kali membuatnya merasa malu.

“Tamu tidak mau makan karena melihat lingkungan yang kotor, terutama pantainya yang tidak bersih,” tuturnya dengan raut prihatin.(GL01)

Belum ada Komentar untuk "Marah dan Kecewa Melihat Lombok Kotor, Pelukis Gondrong Ini “Perang” Sampah Melalui Lukisan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel