Kesadaran Masyarakat NTB Membayar Pajak Kendaraan Dinilai Masih Rendah

Kasubdit Regident Ditlantas Polda NTB, Kompol Nurhadi Ismanto, SH., SIK.
Mataram GL_ Membayar pajak kendaraan merupakan kewajiban seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena hal tersebut merupakan amanah undang-undang kepada setiap warga Negara sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan di daerah khususnya, serta pembangunan Negara pada umumnya.

Namun, kesadaran masyarakat untuk menjalankan kewajibannya itu sepertinya masih terbilang rendah termasuk masyarakat di Provinsi NTB. Jumlah masyarakat NTB pemilik  kendaraan yang membayar pajak tidak sampai 60 persen.

Data yang dilansir dari kantor Samsat Ditlantas Polda NTB, persentase masyarakat yang membayar pajak kendaraannya rata-rata 50-56 persen dari seluruh jumlah kendaraan yang terdata di provinsi yang memiliki dua pulau besar, yakni pulau Lombok dan Sumbawa itu. Sementara jumlah kendaraan yang ada di daerah NTB hingga saat ini telah mencapai 1,9 juta kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Angka tersebut didominasi jumlah kendaraan roda dua sebanyak 88 persen dan sisanya kendaraan roda empat sebanyak 12 persen.

Kasubdit Regident Dit Lantas Polda NTB, Kompol Nurhadi Ismanto, SH., SIK., kepada media ini, di Mataram, jumat (2/8/2019), tidak menampik rendahnya kesadaran masyarakat NTB dalam membayar pajak kendaraan mereka. Ia berharap, dengan adanya kemudahan-kemudahan fasilitas pelayanan yang disediakan pemerintah masyarakat akan semakin terbantu dan kesadaran membayar pajak kendaraan akan meningkat.

“Salah satunya iya, itu, pembayaran melalui aplikasi Samsat Delivery NTB. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke kantor Samsat untuk bayar pajak. Kita anterin kerumah,” pungkasnya.

Pelayanan Samsat Delivery NTB adalah system pembayaran berbasis aplikasi yang akan memudahkan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan dari rumah atau dari mana saja. System ini akan menolong dan memudahkan masyarakat untuk membayar pajak terutama bagi masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi.

Caranya cukup gampang, hanya dengan mendownload aplikasi “Samsat Delivery NTB” di google Playstore, lalu instal dan mengikuti petunjuk di aplikasi tersebut. Pembayaran pajak bisa melalui system transfer bank atau bisa juga melalui Cash on Delivery (COD), yakni membayar langsung di petugas yang mengantar ketempat atau kerumah masyarakat pemohon.

Beberapa kelebihan membayar pajak kendaraan menggunakan aplikasi Samsat Delivery NTB ini, dijelaskan Nurhadi, bisa diantar kapan saja sesuai keinginan pemohon. “Alamat di mana, pembayarn lewat ATM atau bagaimana, atau bisa bayar di tempat (COD),” ungkapnya. Nurhadi juga menghimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan system aplikasi tersebut sehingga akan lebih banyak masyarakat yang bisa terbantu.(GL01)

Belum ada Komentar untuk "Kesadaran Masyarakat NTB Membayar Pajak Kendaraan Dinilai Masih Rendah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel