Jaksa TP4D Terjaring OTT KPK di Yogyakarta, Begini Komentar Jaksa Agung HM Prasetyo

Mataram, GL_ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua orang Jaksa anggota Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Yogyakarta pada Selasa (22/8/2019) lalu.

Kedua oknum jaksa tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi suap pada lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta, bersama salah seorang Direktur perusahaan rekanan.

Menyikapi hal tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo turut berkomentar terkait penangkapan anggotanya oleh lembaga anti rasuah di Yogyakarta itu. Ia juga tak menampik jika masih ada oknum Jaksa yang suka menerima suap dalam pekerjaan proyek.

”Saya akui masih ada oknum jaksa yang masih menggunakan pola lama (Menerima suap). Pola Itu harus ditinggalkan, sudah tidak zaman lagi,” tegas Jaksa Agung di hadapan Wartawan di sela-sela acara peletakan batu pertama proyek pembangunan gedung Kejati NTB, Jumat (23/8/2019).

Ia kembali menegaskan, peristiwa penangkapan jaksa seperti yang terjadi di Yogyakarta tersebut jangan sampai terulang kembali di daerah lain. Kasus OTT oknum jaksa itu lanjutnya, harus menjadi pelajaran penting bagi jaksa yang lain.

Prasetyo mengatakan, seharusnya dalam menjalankan tugas jaksa sudah tidak lagi menggunakan paradigma lama. “Bekerja asal-asalan, menyalahgunakan wewenang dan memanfaatkan kesempatan,” sesalnya.

Jika masih ada oknum jaksa yang melanggar hukum, tegas Prasetyo, maka dirinya tidak akan memberikan kesempatan kompromi.

“Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya suruh malah oknum itu saat dipanggil KPK diantarkan secara langsung,” tandasnya.

Seperti berita yang beredar sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan TA 2019 di Kota Yogyakarta. Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut yakni Eka Safitra, jaksa di Kejari Yogyakarta, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejari Surakarta dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri. Barang bukti yang disita berupa uang sejumlah Rp 110.870.000,-.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "Jaksa TP4D Terjaring OTT KPK di Yogyakarta, Begini Komentar Jaksa Agung HM Prasetyo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel