Hearing Warga Lobar Dengan Pengembang Perumahan Memanas, Akhirnya Proyek Ditutup Sementara

Lombok Barat GL_ Dengar pendapat (hearing) antara perwakilan warga Dusun Lendang Jae, Desa Lembar, Kecamatan Lembar kabupaten Lombok Barat yang dimotori pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) NTB bersama Developer IONE HOME RESIDENCE di gedung rapat kantor Dinas PU Lombok Barat, rabu (14/8/2019) pagi berlangsung memanas. Warga dan pemuda tersulut emosi saat pihak pengembang membawa-bawa nama Gubernur terkait perijinan proyek perumahan.

“Jangan bawa-bawa nama Gubernur. Bapak akan saya kejar. (Ijin perumahan) itu wewenang Bupati. Hormati Kadis (PU) saya,” tegas ketua pemuda LIRA NTB, Erwin S. Atmadjaya di hadapan Kadis PU yang menengahi pertemuan tersebut. Nampak suasana sempat tegang saat sengitnya adu argumen dan beberapa kali terlihat sejumlah orang menggebrak meja.

Menurut Erwin, berdasarkan PP no 36 tahun 2005 pasal 8 tentang peraturan pelaksanaan UU no 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, masalah ijin perumahan itu ada di bupati/walikota bukan di provinsi kecuali masalah perijinan sumur bor.

Pertemuan berlangsung alot akibat adu argumen kedua pihak antara warga dan pihak perusahaan. Kendati sempat memanas, pertemuan akhirnya menemukan sejumlah kesimpulan. Diantaranya, semua pekerja yang terlibat dalam pekerjaan proyek perumahan tersebut harus memiliki kontrak yang jelas, pembayaran yang sempat tertunda harus dilunasi, harus melibatkan tenaga kerja lokal serta pekerjaan proyek yang terpaksa ditutup sementara sampai persoalan perijinan termasuk IMB tuntas.

“Aktifitas pekerjaan sementara ditiadakan, sebelum ada penyelesaian real,” ujar Kadis PU Lobar, I Made Arthadana, kepada Wartawan usai menjadi penengah dalam hearing para pihak tersebut.

Sehari sebelum hearing dilakukan, puluhan warga Lombok Barat menutup paksa pekerjaan proyek perumahan yang berlokasi di Dusun Lendang Jae, Desa Lembar, selasa (13/8/2019) sore. Pasalnya, pihak perusahaan pengembang yang dusebut-sebut milik warga asing asal negara Jepang itu belum mengantongi ijin IMB. Selain itu masalah tenaga kerja serta persoalan pembayaran yang belum tuntas menjadi salah satu pemicu aksi tersebut. Warga menutup pekerjaan proyek menggunakan ranting, bambu, batu dan kayu. Sejumlah pekerja yang bekerja saat itu terpaksa menghentikan aktifitas mereka.(GL01)

Belum ada Komentar untuk "Hearing Warga Lobar Dengan Pengembang Perumahan Memanas, Akhirnya Proyek Ditutup Sementara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel