Demo Warga Lingsar Tuntut Pembebasan Kades, Kejari Mataram Dituding Beraninya Cuma Kasus Kecil

Mataram GL_ Ratusan masa masyarakat Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat NTB berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, senin (19/8/2019) pagi. Mereka menuntut agar SY, Kepala Desa (Kades) Lingsar yang ditahan seminggu yang lalu dalam kasus dugaan korupsi dana CSR PDAM Giri Menang senilai Rp 165 juta agar segera ditangguhkan penahanannya.

Pasalnya, Kejari Mataram dinilai terlalu terburu-buru dalam menetapkan Kades Lingsar sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Padahal, dalam proses penyidikannya tidak disertai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui jika ditemukan unsur kerugian negara atau tidak. Selain itu, Kejari Mataram dituding hanya berani menangani kasus korupsi bernilai kecil, sementara kasus besar lenyap tidak diproses.

"Memalukan. Ini bukan prestasi," sesal Pengacara Kades Lingsar, Bion Hidayat, SH., MH., di sela-sela unjukrasa.

Pantauan gemalombok.com, aksi masyarakat desa Lingsar tiba di depan gedung Kejari Mataram senin pagi sekitar pukul 09.30 Wita. Masa aksi juga diikuti dari kalangan ibu-ibu dan lansia. Mereka berorasi dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar Kades Lingsar dibebaskan. Dalam aksinya, masa pendemo juga membawa keranda mayat sebagai simbol matinya prinsip keadilan dalam proses penegakan hukum.

Saat berorasi salah satu orator sampai menangis saat membacakan doanya di hadapan masa aksi dan puluhan polisi dari Polsek dan Polres Mataram yang sedang berjaga.

Masa aksi mengaku kecewa lantaran kasus dugaan korupsi dengan nilai kecil ditangani dengan serius. Sementara kasus dengan kerugian negara yang fantastis jarang bisa diungkap kejaksaan. Dicontohkannya, dua tahun berlalu kasus dugaan korupsi bantuan bibit cabe untuk pertanian di kota mataram senilai 2,8 milyar yang melibatkan Kepala Dinasnya sampai sekarang tak kunjung tuntas. Selain itu, kasus dugaan korupsi Lombok City Centre (LCC) dengan nilai fantastis tak kunjung selesai.

Setelah beberapa saat berorasi pihak Kejaksaan mengijinkan perwakilan 5 orang pendemo untuk mediasi dengan Jaksa. Proses mediasi berlangsung sekitar 30 menit. Hasilnya, Kejari Mataram belum bisa mengabulkan tuntutan masyarakat Desa Lingsar karena harus dirapatkan secara internal terlebih dahulu untuk bisa memutuskan.(GL01)

Belum ada Komentar untuk "Demo Warga Lingsar Tuntut Pembebasan Kades, Kejari Mataram Dituding Beraninya Cuma Kasus Kecil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel