4 Orang Pendaki Asing Asal Italia Diusir Turun Dari Gunung Rinjani, Ini Sebabnya

Lombok Utara GL_ Sebanyak empat orang pendaki gunung (mountaineer) yang merupakan warga negara asing (WNA) asal negara Italia terpaksa harus diusir turun dari Kawasan pendakian Gunung Rinjani, sabtu (17/8/2029) oleh petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kejadian tersebut berlangsung di jalur pendakian pintu masuk Senaru Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Tindakan tegas itu terpaksa dilakukan petugas karena mereka masuk kawasan gunung dengan ketinggin 3.726 mdpl itu dengan cara tidak resmi (ilegal). Para pendaki asing ini diduga menyelinap untuk menghindari bea bayar masuk (enterance fee) di saat petugas jaga tidak ada. Informasi yang diperoleh dari petugas TNGR, normalnya, pendakian Rinjani melalui jalur Senaru ini dibuka mulai pukul 07.00-17.00 Waktu setempat. Namun, para pendaki asing ini masuk mulai pukul 04.00 subuh dini hari disaat petugas belum datang.

Pantauan gemalombok.com, dua orang petugas TNGR yang menyamar mengenakan pakaian preman sengaja ikut mendaki bersama para pendaki lain sekaligus memantau aktifitas pendakian Rinjani tepat di hari kemerdekaan RI yang ke 74 itu. Hari itu, jalur pendakian Senaru nampaknya didominasi oleh tamu asing. Pendaki lokal tidak terlalu banyak. Kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan masyarakat pencinta alam yang hendak menggelar upacara bendera di puncak pelawangan (punggungan) Senaru.

Peristiwa pengusiran itu terjadi di dua titik, yakni di Pos 3 dan menjelang sampai puncak pelawangan Senaru. Waktu tempuh hingga sampai di pelawangan Senaru normalnya sekitar 7-8 jam. Sementara sampai di pos 3 sekitar 5-6 jam dengan berjalan kaki.

Saat petugas tengah patroli sabtu (17/8) pagi sekitar pukul 09.45 Wita, dua orang pendaki asing terlihat baru tiba. Sebelum sampai di puncak pelawangan, kedua tamu asing itu dihampiri petugas TNGR. Setelah diminta menunjukkan tiket masuk, kedua warga asing yang diketahui berasal dari Italia itu tidak bisa menunjukkan bukti tiketnya. Kedua warga asing itupun dipaksa turun kembali.

Sempat pendaki ilegal itu hendak merayu petugas dengan membayar saat itu juga namun ditolak petugas. “yes, we have to pay here, now,” ungkap salah satu pendaki dengan dialek inggrisnya.

Kedua orang warga asing ini mengaku berangkat dari pintu masuk pendakian Senaru pagi-pagi buta, pukul 04.00 Wita. Kendati demikian, mereka terpaksa diusir turun kembali untuk mengikuti standar prosedur pendakian.

Pengusiran kedua terjadi sekitar pukul 12.45 Wita di pos 3. Dua orang pria, WNA yang juga dari Italia yang mengaku bernama Jean Bapristle dan Marco tiba tanpa pengawalan petugas Guide dan Porter. Ketika ditanya petugas TNGR, akhirnya mereka mengakui jika mereka masuk kawasan Rinjani tanpa membayar tiket masuk. Mereka pun juga terpaksa “menelan pil pahit” karena harus diusir turun dari kawasan Nasional Gunung Rinjani itu.

Menurut petugas jaga dari TNGR di pos jaga pintu masuk Senaru, merupakan suatu kewajian bagi setiap pendaki untuk membayar tiket masuk (Enterance fee). Selain itu, para pendaki juga diharuskan untuk membayar biaya asuransi keselamatan sebesar Rp 10 ribu per orang. Untuk tamu asing serta tamu rombongan lokal disarankan menggunakan tenaga Guide dan Porter. Karena selain untuk pmeberdayaan sumber daya lokal, juga demi keselamatan dan kenyamanan para pendaki dalam menikmati keindahan alam Gunung Rinjani.(GL/red)

Belum ada Komentar untuk "4 Orang Pendaki Asing Asal Italia Diusir Turun Dari Gunung Rinjani, Ini Sebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel